Agustus 19, 2007

Reformasi Definisi Pajak

Posted in Pengantar Hukum Pajak pada 3:10 pm oleh kafepajak

Selama ini dalam setiap literatur kita hampir selalu menjumpai definisi pajak sebagai iuran yang dapat dipaksakan dan tidak mendapatkan kontraprestasi yang langsung dapat ditunjuk. Dua unsur utama, yaitu “dapat dipaksakan” dan “tidak mendapat kentraprestasi yang langsung dapat ditunjuk” selalu mewarnai setiap definisi pajak. Bahkan perkembangan terakhir, dalam UU Nomor 28 Tahun 2007 tanggal 17 Juli 2007 tentang Perubahan Ketiga Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, tetap mencantumkan dua unsur tersebut dalam definisi pajak yang untuk pertama kalinya dimuat dalam Undang-Undang.

Kalau kita cermati, sebenarnya kedua unsur tersebut sudah tidak relevan lagi pada era sekarang.  

2 Komentar »

  1. Adiktewe said,

    Yang relevan menurut Bapak yang mana?

  2. oi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: